Sehat Selamat Jaya Sempurna

Yakin, Atau ikut-ikutan Yakin

Rabu, 12 Desember 20120 komentar

Mengumpulkan semua kitab suci mungkin tidak sulit
Mengutip ayat-ayat dalam kitab suci mungkin juga sangat mudah.
Menyebut nama-nama kebesaran Tuhan mungkin itu enteng.
Tapi mendapatkan setitik kesadaran, bisa menghabisi usia Bahkan setitik kesadaran itulah makna total riwayat hidup manusia.
Untuk mendapatkan suatu keyakinan apakah hanya cukup dengan kata "harus" ?
"Harus yakin pada Tuhan."
"Harus mengimani salah satu Kitab Suci."
"Harus yakin pada Nabi utusan Tuhan."
"Harus mengimani semua yang diharuskan." Dan lain0lain...
Apakah mutlak akan duduk suatu keyakinan bila motifnya karena "harus" ?
Keyakinan, menurut saya bukanlah suatu keharusan yang dipaksakan, keyakinan akan timbul karena mengerti dan memahami atas dasar kesadaran yang teruji dan tak terbantahkan.
Seperti halnya kita meyakini bahwa ternyata kita tidak bisa tidak, butuh bernafas untuk hidup.
Siapapun tak kan sanggup melawan keyakinan bahwa kita sebagai makhluk hidup butuh bernafas. Itulah keyakinan otentik. Tak terbantahkan!
Keyakinan atas dasar kesadaran karena mengerti dan memahami apa yang kita yakini akan mendudukkan suatu keyakinan pada tingkatan yang sesungguhnya (haqqul yakin).
Bukan keyakinan yang ditodong dengan kata "harus", tanpa mengerti dan memahami dengan penuh kesadaran atas apa yang kita yakini. Namun, suatu keyakinan harus disandarkan pada kebenaran yang mutlak
”Jangan hanya yakin karena ”harus” yakin, atau yakin karena ikut-ikutan, tapi yakinlah pada kebenaran” benar sudah dipahami dan dimengerti.
Share this article :

Posting Komentar

Detak Bogor

 
Support : Creating Website | Zack Journalist | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Rahasia Kehidupan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Zack Journalist
Proudly powered by Blogger